Untuk apa aku menjauhinya?
Jika setelah itu aku selalu merindukannya
Jika setelah itu aku tetap ingin tau bagaimana keadaannya
Hanya untuk mengetahui apakah juga ada rindu untukku?
Atau..
Hanya untuk menghindar dari kebodohan yang ku lakukan?
Tuhan , Aku titip dia
Jaga dan lindungi dia,
tak peduli bersama siapa dia melewati harinya..
Jangan biarkan orang menyakitinya
dan limpahkan kebahagiaan di setiap hari-harinya
Biarlah tangan dan mataku menjadi saksi di akhirat kelak
Saat semua anggota tubuh Engkau izinkan berbicara
Betapa sering mataku
menjatuhkan titik air mata yang menggambarkan ketulusan
Dan betapa sering tanganku
menghapus air mata yang jatuh ketika mendoakannya
Aku menjaganya dari kejauhan, dengan caraku sendiri
❥ Tak Tersentuh ❥
Lifeaa Rahma
Selasa, Agustus 06, 2013
0 Comments
Terlihat namun tak tersentuh..
Sambil menunggu jawaban,
ketika tidak ada lagi yang dapat kulakukan
dan hembuskan karena kabarnyapun mentah kudapatkan.
Sampai degup jantung ini tak lagi senada
dengan hembusan nafasmu..
Meringkuk tertusuk dingin karena hati semakin terkontaminasi
oleh cerita tentang mata yang sulit terpejam,
Demi waktu yang kuhabiskan tanpa sia-sia,
demi genggaman yang mungkin memang telah terlepas
Demi semua ini!!!
Bacalah… Andai kau merasakan apa yang aku rasakan.
Jangan pejamkan matamu, seolah-olah menganggap ku tak ada.
Walau tercemar warna kelabu dan hitam,
namun aku yakin kamu tau maksud tulisanku…
Tentang semua ini lalu tentang cerita
betapa sunyi telah menyayat pada dinding bayangan maya’ku.
Aku..
Seperti menatap dari ketinggian,
seperti saat bumi berhenti berguncang
dan seperti terbangun dari mimpi yang panjang.
Seperti itulah yang disampaikan embun
yang menetes tanpa buktikan apa-apa…
Bagaimana dengan khayalan esok hari…?
Mungkin hanya akan ada kegilaan,
atau mungkin memang sudah dilupakan.
Biarkan, biar waktu yang menjawab.
Mengapa terlalu dalam guratan-guratan ini terukir…
Sambil menunggu jawaban,
ketika tidak ada lagi yang dapat kulakukan
dan hembuskan karena kabarnyapun mentah kudapatkan.
Sampai degup jantung ini tak lagi senada
dengan hembusan nafasmu..
Meringkuk tertusuk dingin karena hati semakin terkontaminasi
oleh cerita tentang mata yang sulit terpejam,
Demi waktu yang kuhabiskan tanpa sia-sia,
demi genggaman yang mungkin memang telah terlepas
Demi semua ini!!!
Bacalah… Andai kau merasakan apa yang aku rasakan.
Jangan pejamkan matamu, seolah-olah menganggap ku tak ada.
Walau tercemar warna kelabu dan hitam,
namun aku yakin kamu tau maksud tulisanku…
Tentang semua ini lalu tentang cerita
betapa sunyi telah menyayat pada dinding bayangan maya’ku.
Aku..
Seperti menatap dari ketinggian,
seperti saat bumi berhenti berguncang
dan seperti terbangun dari mimpi yang panjang.
Seperti itulah yang disampaikan embun
yang menetes tanpa buktikan apa-apa…
Bagaimana dengan khayalan esok hari…?
Mungkin hanya akan ada kegilaan,
atau mungkin memang sudah dilupakan.
Biarkan, biar waktu yang menjawab.
Mengapa terlalu dalam guratan-guratan ini terukir…



















